Jumat, 7 September 2012
DILI (Suara Karya): Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mendorong kemandirian di Timor Leste dalam kunjungan pertamanya ke salah satu negara termiskin di Asia dan tempat China memainkan peranannya yang terus meningkat.
Hillary disambut dengan kerumunan anak sekolah yang bersorak-sorai di jalanan dan penari yang bertelanjang kaki saat ia berkunjung ke istana presiden yang dibangun oleh China itu di Dili.
Dalam puncak kunjugan itu, dia mengunjungi tempat pengolahan tanaman kopi yang diluncurkan dengan bantuan AS selama gejolak di Timor Leste dan kini mempekerjakan sekitar 4.000 orang yang mendapat bayaran 8 dolar per hari, dua kali dari upah minimum.
"Saya minum banyak ini," ujar Hillary, yang mengenakan selendang tais tradisional, sambil meneguk minuman di Koperasi Kopi Timor dengan suara biji-biji kopi masuk ke kantong yang ditakdirkan untuk Starbucks di Seattle.
Lebih dari 80 persen pekerja adalah perempuan dan klinik perusahaan itu menawarkan layanan pasca kelahiran gratis bagi ibu.
Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID) menyediakan 7,2 juta dolar AS tahun ini sebagai bagian dari bantuan yang diberikan selama empat tahun terakhir, kata seorang pejabat AS.
Kunjungan Clinton dilakukan hanya sebulan setelah negara miskin itu menandai satu dekade sejak kemerdekaannya dari Indonesia dan saat pasukan pengamanan PBB -kontingen terakhir yang dikerahkan selama krisis politik kekerasan pada 2006 - bersiap untuk meninggalkan negara itu pada akhir tahun.
Amerika Serikat memprioritaskan membangun hubungan di Asia karena peran China yang terus tumbuh, namun harapan Timor Leste untuk dapat bergabung dengan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diliputi kekhwatiran negara tersebut terlalu lemah dan tidak stabil untuk masuk ke dalamnya.
"Ini menempatkan beban yang besar bagi ASEAN secara keseluruhan. Mereka benar-benar merasa Timor Leste siap dan negara itu membutuhkan bantuan lebih banyak sebelum bisa bermain di tingkat negara-negara lainnya bisa lakukan," kata pejabat senior AS di pesawat Ny. Clinton.
Negara muda itu terletak di seberang Laut Timor sebelah utara Kota Darwin di Australia, tempat Amerika Serikat mengerahkan 2.500 marinir dalam langkah yang secara luas dilihat sebagai memperkuat keberadaan AS di Asia menghadapi kenaikan China.
viernes, 7 de septiembre de 2012
Suscribirse a:
Enviar comentarios (Atom)






No hay comentarios:
Publicar un comentario